Langit Payakumbuh belum terlalu terang ketika Rangga menaiki sebuah Isuzu Elf milik PO Ayah, yang akan membawanya menuju Bukittinggi, lalu lanjut ke Padang. Kursi di sampingnya masih kosong saat bus melaju perlahan meninggalkan suara pasar dan bau tanah basah selepas hujan semalam. Tak lama, seorang gadis duduk di sebelahnya. Wajahnya teduh, berhijab, kulitnya cerah, dan matanya besar. Ia menatap jendela sejenak, lalu menyapa sopan saat Rangga mengangguk memberi ruang. “Dari Payakumbuh juga?” tanya Dika membuka percakapan. “Iya, kuliah di Bukittinggi,” jawabnya dengan suara lembut. Namanya Dina. Obrolan mereka mengalir. Basa-basi awal berubah menjadi tanya jawab yang lebih santai. Mereka bercerita tentang kuliah, keluarga, makanan favorit, dan mimpi masa depan. Tidak ada yang berlebihan, tapi juga tidak dibuat-buat. Kadang keduanya saling melempar lelucon. Dina tertawa pelan, menutup mulutnya sambil mencuri pandang ke arah Rangga. Ia tak menyangka akan merasa nyaman dengan orang a...
Strategi Pengembangan Berkelanjutan Menuju Kota Unggul di Sumatera Barat Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumatera Barat memiliki posisi strategis yang memungkinkan optimalisasi berbagai sektor potensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tahun 2025. Berdasarkan analisis komprehensif terhadap kondisi eksisting dan perencanaan pembangunan jangka menengah, terdapat empat pilar utama yang dapat dimaksimalkan: sektor pariwisata dengan keunggulan geografis dan budaya Minangkabau, sektor ekonomi yang didominasi perdagangan dan industri pengolahan, sektor kelautan dan perikanan yang didukung infrastruktur Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, serta implementasi RPJMD Sumatera Barat 2025-2029 yang fokus pada peningkatan daya saing daerah. Integrasi keempat pilar ini melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Padang yang telah mencapai 9,1% dan mempertahankan posisinya sebagai daera...